STUDI KELAYAKAN RENCANA JALUR EVAKUASI DAN LOGISTIK BENCANA POROS KERINCI - BUNGO, PROVINSI JAMBI

Aditya Pandu Wicaksono

Abstract


Provinsi Jambi merupakan kawasan rawan bencana gunungapi, gempabumi, banjir, dan tsunami. Keanekaragaman potensi bencana ini menuntut pengelolaan bencana yang memadai bagi kabupaten-kabupaten di wilayahnya. Kabupaten Kerinci merupakan kawasan yang rawan gempabumi dan gunungapi. Posisinya yang jauh dari Jalur Lintas Sumatra menjadikan jalur evakuasi dan logistik bencana merupakan hal penting. Kabupaten Bungo sebagai wilayah terdekat dan strategis sebagai pusat logistik. Penempatan pusat logistik ini perlu disertai jalur evakuasi koridor Kabupaten Kerinci-Kabupaten Bungo. Adanya perencanaan ini diharapkan mampu mengurangi risiko terjadinya korban ketika terjadi bencana. Kajian terhadap rencana jalur evakuasi dan logistik ini penting untuk dilakukan karena melewati Kawasan Taman Nasional Kerinci. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.56 /Menhut II/ 2006 Tentang Pedoman Zonasi Taman Nasional, diharapkan jalur evakuasi dan logistik ini dapat sebagai zona pemanfaatan dalam taman nasional yang tidak merusak kondisi alami daerah tersebut.

Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dalam penentuan rencana jalur evakuasi sedangkan penentuan kelayakan jalur evakuasi dan logistic menggunakan metode SWOT. Dari hasil kajian didapatkan bahwa (1) Kabupaten Bungo merupakan wilayah yang sesuai untuk dijadikan sebagai tempat pengembangan alternatif pusat logistik dengan mempertimbangakan posisi dan kondisi baik karakter bencana yang ada dan kondisi lingkungan eksisting yang ada. (2) Berdasarkan kajian yang dilakukan maka jalur evakuasi yang paling sesuai terletak di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang di Kabupaten Bungo dan terhubung ke Kecamatan Siluak Mukai di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. (3) Pembukaan lahan untuk jalur evakuasi tidak menyebabkan keanekaragaman hayati yang ada menjadi berkurang karena di dalam jalur evakuasi tidak ditemukan flora fauna yang langka yang dilindungi. (4) Kebijakan pengembangan alternatif pusat logistik memiliki pengaruh yang besar dalam meningkatkan pembangunan daerah yang terdapat di Kabupaten Bungo walaupun memerlukan inventasi yang besar dalam pelaksanaannya.

Kata Kunci: kelayakan, Jalur evakuasi, logistik


Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Natawidjaja, D.H., (2002), Ph.D Thesis, California Institute of Technology.

Özdamar, L., Ekinci, E., Küçükyzici, B., (2004), Emergency Logistiks Planning in Natural Disasters, Kluwer Academic Publishers, Manufatured in The Netherlands, Annals of Operation Research 129, 217-245.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan

Bencana.

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.56 /Menhut II/ 2006 Tentang Pedoman Zonasi Taman Nasional.

Peraturan Kepala BNPB Nomor 13 Tahun 2008 tentang manajemen logistik dan Peralatan Penanggulangan Bencana

Peraturan Kepala BNPB Nomor 18 Tahun 2009 tentang Standarisasi

Logistik Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jambi Tahun 2011-2030

SNI Pelayanan Darurat Kebencanaan




DOI: https://doi.org/10.31315/jilk.v1i1.3267

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This Journal indexed to : 

DESKRIPSI GAMBAR DESKRIPSI GAMBAR